CAGAR BUDAYA di SUMATERA BARAT

Sumatera Barat yang memiliki luas 42.297,30 km2, sebagai salah satu bagian provinsi yang ada, wilayah ini mengandung 587 Cagar Budaya yang terinventaris (sumber : BP3 (Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala) sekarang BPCB (Balai Pelestarian Cagar Budaya), Batusangkar, Tanah Datar, Sumatera Barat. 2012).

Logo Cagar BudayaAdapun jumlah sebaran Cagar Budaya tersebut sebagai berikut :

  1. Kota Padang (81 Cagar Budaya)
  2. Kota Bukittinggi (44 Cagar Budaya)
  3. Kota Payakumbuh (30 Cagar Budaya)
  4. Kota Padang panjang (4 Cagar Budaya)
  5. Kota Solok (7 Cagar Budaya)
  6. Kota Sawahlunto (74 Cagar Budaya)
  7. Kota Pariaman (52 Cagar Budaya)
  8. Kabupaten Pasaman (12 Cagar Budaya)
  9. Kabupaten Pasaman Barat (5 Cagar Budaya)
  10. Kabupaten Limo Puluh Kota (70 Cagar Budaya)
  11. Kabupaten Agam (54 Cagar Budaya)
  12. Kabupaten Tanah Data (66 Cagar Budaya)
  13. Kabupaten Padang Pariaman (25 Cagar Budaya)
  14. Kabupaten Pasisia Selatan (15 Cagar Budaya)
  15. Kabupaten Solok (9 Cagar Budaya)
  16. Kabupaten Solok Selatan (16 Cagar Budaya)
  17. Kabupaten Sijunjung (11 Cagar Budaya)
  18. Kabupaten Dharmasraya (13 Cagar Budaya)
  19. Kabupaten Kepulauan Mentawai (4 Cagar Budaya)

Cagar Budaya adalah salah satu faktor Budaya yang bersifat nyata, merupakan bukti-bukti adanya masyarakat dimasalalu dari masing-masing etnis yang telah menghasilkan bentuk Karya, Cipta, Rasa dan dapat ditemui dalam bentuk rill sebagai buktinya, Cagar Budaya bermanfaat dalam pembentukan kharakter dan Jati Diri Bangsa Indonesia, untuk lebih jelas berikut adalah penjelasan terkait dengan apa yang dimaksud dengan Cagar Budaya :

Definisi Berdasarkan Undang-Undang No 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya:

Adalah warisan budaya bersifat kebendaan berupa Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, Struktur Cagar Budaya, Situs Cagar Budaya, dan Kawasan Cagar Budaya di darat dan/atau di air yang perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama,dan/atau kebudayaan melalui proses penetapan.

Dari arti yang tertulis diatas maka dapat dipahami bahwa :

Benda Cagar Budaya adalah benda alam dan/atau benda buatan manusia, baik bergerak maupun tidak bergerak, berupa kesatuan atau kelompok, atau bagian-bagiannya, atau sisa-sisanya yang memiliki hubungan erat dengan kebudayaan dan sejarah perkembangan manusia.

Bangunan Cagar Budaya adalah susunan binaan yang terbuat dari benda alam atau benda buatan manusia untuk memenuhi kebutuhan ruang berdinding dan/atau tidak berdinding, dan beratap.

Struktur Cagar Budaya adalah susunan binaan yang terbuat dari benda alam dan/atau benda buatan manusia untuk memenuhi kebutuhan ruang kegiatan yang menyatu dengan alam, sarana, dan prasarana untuk menampung kebutuhan manusia.

Situs Cagar Budaya adalah lokasi yang berada di darat dan/atau di air yang mengandung Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, dan/atau Struktur Cagar Budaya sebagai hasil kegiatan manusia atau bukti kejadian pada masa lalu.

Kawasan Cagar Budaya adalah satuan ruang geografis yang memiliki dua Situs Cagar Budaya atau lebih yang letaknya berdekatan dan/atau memperlihatkan ciri tata ruang yang khas.

Jumlah Cagar Budaya tersebut, masih jumlah yang baru terinventaris hingga saat sekarang, tidak menghilangkan kemungkinan dimasa mendatang jumlahnya dapat bertambah secara signifikan. Keberadaan Cagar Budaya memiliki beberapa beberapa nilai sebenarnya, adapun nilai tersebut adalah nilai Idiologi, Akademis, Ekonomi dan Ekologi.

Iklan

3 comments on “CAGAR BUDAYA di SUMATERA BARAT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s