PASAR PAKANDANGAN DARI MASA KE MASA

Ultut Azrianto

Pasar merupakan suatu bentuk lembaga ekonomi yang mengekspesikan keadaan masyarakat dimana pasar itu berada. Keberadaan pasar bagi masyarakat cukup penting untuk mendapatkan keperluan sehari-hari dan salah satu faktor dalam meningkatkan hasil produksi pertanian dan peternakan. Hasil-hasil pertanian dan peternakan dari satu atau beberapa desa akan di bawa ke pasar, dimana petani atau masyarakat itu juga bertindak sebagai penjualnya. biasanya jumlah danggangan yang mereka bawa relatif sedikit, dan kadang lebih dari satu macam dagangan. Pada umumnya pasar yang berada di suatu daerah akan dinamakan sesuai dengan nama daerah tersebut.

Salah satu pasar itu adalah Pasar Pakandangan, nama pasar ini diambil dari nama nagari Pakandangan. Penataan kehidupan nagari  kemudian dilanjutkan pada tahun 1917 dan itu ditandai dengan dikeluarkannya peraturan kepentingan rumah tangga nagari – nagari di sumatera barat. Di tahun – tahun akhir pemerintahannya,  belanda memperkuat cengkramannya dalam kehidupan nagari. Tahun 1938 mereka mengeluarkan IGBO (inlandsche gemente ordonantie buitengewesten) atau peraturan nagari(daerah) luar jawa dan Madura. Dalam ordonansi semakin terlihat bahwa kepala nagari tidak punya ‘apa – apa’ lagi sebab semua keputusan yang dibuat harus sepengatahun dan atas persetujuan Residen.pembentukan dan penghapusan nagari tergantung pada nilai ekonomis (juga politis). [1]

Pasar Pakandangan merupakan salah satu pasar terbesar dan pertama di Kecamatan Enam Lingkung termasuk Pasar Sicincin. Pasar Pakandangan merupakan pasar yang lahir dari persetujuan Pemerintahan Belanda dengan ide awal dari enam suku dan sembilan Toboh yang ada di daerah Pakandangan.  Seiring dengan perkembangan nagari dan dirasa perlu adanya pasar untuk mendukung perekonomian masyarakat setempat, maka hasil musyawarah penghulu dan datuak dari enam suku. Maka ide pendirian pasar ini akhirnya diajukan ke pemerintahan Belanda dan akhirnya dengan pertimbangan syarat sebuah nagari Belanda menyetujui pendirian pasar Pakandangan.

Pasar Pakandangan akhirnya disetujui dan diresmikan pada tahun 1952 oleh Belanda dan didampingi oleh penghulu dari ke enam suku. Semenjak diresmikan Pasar Pakandangan mulai ramai dikunjungi oleh masyarakat sekitar dan bahkan masyarakat diluar Nagari Pakandangan seperti nagari-nagari sekitar diantaranya Nagari Pakan Baru, Nagari Toboh  Ketek, dan Parit Malintang karena belum ada pasar sebelumnya di nagari sekitar.

Pakandangan ini berasal dari kata kandang buek atau kandang musyawarah. Daerah ini sebelum menjadi Nagari pakandangan merupakan sebuah tempat berkumpul dan brmusyawarah masyarakat dari Nagari tuo yang dikenal dengan sambilan batoboh. Kegiatan dari musyawarah ini dilaksanakan di Mesjid pancoran tujuah.

Pasar Pakandangan dikenal juga dengan pasar kamis,  karena pasar ini beraktifitas setiap hari kamis. Selain dari hari kamis pasar ini tidak terlalu berkegitan, hanya sebagian dari los-los yang masih beraktifitas seperti                       

[1] Gusti asnan, pemerintahansumatera barat dari VOC hingga reformasi.(Yogyakarta : citra Pustaka, 2006) hlm 98 -99

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s