Memudarnya Baju Kurung

Yulia Siska Dewi, S.Hum

Berdasarkan kondisi geografis wilayah Indonesia yang berbentuk kepulauan,memdorong timbulnya keanekaragaman suku bangsa dan adat istiadat dan tradisinya menurut M.junus terbebtuknya suku bangsa karena di pengaruhi oleh suatu faktor keadaan geografis dalam sistem kelompok masyarakat.[1] Masing-masing suku bangsa mengembangkan kerangka acuan yang dapat di pergunakan sebagai ciri pengenal yang membedakan kelompok sosial yang satu denagn yang lainnya salah satu hasil budaya bangsa indonesia yang merupakan unsur kekayaan yang sangat indah,unik dan mampu memberikan ciri khas sebagi identitas suatu suku bangsa hanya yang membedakan  ragam suku bangsa yang ada di indonesia antara lain busana tradiosinal

Sejak dahulu telah mengenal busana hal ini di perkirakan adanya bukti-bukti arkeologis yang ditemukan di mana diperkirakan bentuk awal busanahanya berupa cawat yang dibuat dari daun atau kulit binatang hasil temuan,meski belum akurat namun tanpak jelas salah satu jenis hasil budaya pada zaman pra sejrah. Lazimnya msyarakat sederhana,warna dan motif pada ornamen pada pakaian selalu bermakna bukan sekedar hiasan melainkan menandung arti yang simbolik sebagai sarana penyampaian pesan magis yang berkaitan dengan adat  dan kepercayaan masyarakat di suatu daerah. Perkembangan busana di Indonesia berkembang dari : Busana di setiap suku/daerah di indonesia,busana zaman purba,busana dari asia dan busana dari negara-negara barat[2].

Menurut Guru Besar Sejarah dan Rektor Universitas Islam Negeri Jakarta, Prof Dr Azyumardi Azra MA, jika ada kelompok etnis yang paling banyak dikaji peneliti dalam dan luar negeri-dan bahkan sering disebut sudah exhaustive-itu agaknya adalah Suku Minangkabau. Berbagai aspek kehidupan etnis ini telah dijadikan sasaran penelitian, mulai dari tradisi matrilineal yang dipandang unik, adat istiadat, budaya merantau orang-orang Minang, sampai kepada Islam di daerah ini dalam perkembangan di masa lampau maupun kontemporer.”Orang Minang pernah memiliki headstart, lebih awal dalam bidang pendidikan-sebagai konsekuensinya juga dalam bidang-bidang lain, khususnya pergerakan dan politik-dibandingkan dengan etnis-etnis lain di Indonesia. Ketika etnis-etnis lain masih diam-diam, orang-orang Minang sudah menjadi kelompok suku yang paling terpelajar di Hindia Belanda. Ini terlihat, khususnya sejak awal abad ke-20 sampai dasawarsa-dasawarsa pertama pasca-Proklamasi,” ungkapnya.

Minangkabau adalah nagari yang tercinta serta nagari yang mempunyai fatamorgana alam serta keunikan dalam adat istiadatnya, dia memiliki sistim yang tidak dipunyai oleh beberapa daerah karena mereka lebih mengikuti sistim yang telah ditentukan oleh agama yakni sistem patrilineal. Sedangkan nagari kita menganut sistem matrilineal yang bertentangan dengan agama hal inilah yang pernah terjadi pada abad 19. corak yang muncul dengan keras pada usaha perubahan corak kehidupan keagamaan ini memberikan alasan akibat munculnya konflik islam dan adat, sebagai alat menganalisa masyarakat minangkabau . akhirnya situasi konflik ini di anggap sebagai pembuatan dari patokan adat yang matrilieal dengan segala aspeknya dengan islam yang patrilinealyang sangat menonjol dalan hak pembagian harta warisan yang sebenarnya lebih di utamakan seorang anak laki-laki karena dia sebagai kepala rumah tangga yang akan memberikan nafkah kepada keluarganya karena dia sudah mengikuti aturan agama walaupun dia belum mempunyai pekerjaan yang tetap tetapi dia sudah bisa bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri maupun orang lain .

Tapi adat  minang malah menjatuhkan keputusan hak waris terhadap anak perempuan hal ini dapat kita lihat dengan adanya lagu pada tahun 60-an tentang Minagkabau . Mempunyai sifat rasa malu dalam dirinya sehingga akan mencegah perbuatan yang melanggar adat dan menyimpang dari hukum yang berlaku. Rasa malu merupakan benteng bagi wanita karena dapat menjauhkan sifat dan perbuatan tercela. Menurut adat Minangkabau sifat malu merupakan peran utama dalam kehidupan kaum wanita. Sebaliknya jika kehilangan rasa malu akan membahayakan kehidupan rumahtangga, bahkan membahayakan masyarakat. , mereka mengagap bahwa anak perempuan dahulunya tidak bisa berbuat apa-apa mereka hanya tau di rumah saja. Sawah dan ladang merupakan sumber ekonomi, pemanfaatannya diutamakan untuk keperluan wanita karena wanita lebih lemah dibanding laki-laki. Sebaliknya kaum laki-laki Minangkabau diberi tugas mengurus dan mengawasi sawah ladang untuk kepentingan bersama karena laki-laki menjadi tulang punggung bagi wanita, namun tidak berarti bahwa kaum laki-laki tidak dapat menikmati hasil atau mendapat manfaatnya sama sekali.Sesuai dengan sifatnya wanita yang pandai berhemat dan pandai mengatur ekonomi, maka yang menyimpan hasil sawah ladang dipercayakan kepada wanita atau Bundo Kanduang Bundo Kanduang merupakan figur ibu sejati yang sangat diharapkan dan sangat berperan dalam masyarakat Minangkabau. Tidak semua wanita atau semua ibu mempunyai predikat Bundo Kanduang karena harus memiliki beberapa kriteria dan persyaratan tertentu yang digariskan menurut agama dan adat Minangkabau. Sebaliknya kaum ibu yang disebut Bundo Kanduang sangat dihormati dan dimuliakan. Kedudukan dan peranannya dalam adat sangat besar. Karena status tersebut, Bundo Kanduang mempunyai batas-batas yang digariskan oleh adat dalam berbuat, bertindak dan bertingkah laku. Gambaran Bundo Kanduang ini diwujudkan pula dalam pakaian adat yang dipakai dalam upacara tertentu, yang penuh dengan lambang dan makna.Sayang sekali jika hal ini tidak diketahui oleh generasi muda, khususnya pendukung kebudayaan bersangkutan karena berarti tidak mengenal dan mencintai nilai budaya nenek moyang, hal ini dapat kita lihat dengan adanya lagu pada tahun 60-an tentang Minagkabau

 

Minangkabau

Minangkabau …, tanah nan den cinto
Pusako bundo dari dulunyo
Rumah Gadang …, nan sambilan ruang
Rangkiang balirik di halamannyo

Reff :

Jikok dikana hati denai taibo
Tabayang bayang di ruang mato
Jikok dikana hati denai taibo
Tabayang bayang di ruang mato

Rumah Gadang …, nan sambilan ruang
Rangkiang balirik di halamannyo

(Dipopulerkan oleh Lily Syarief)

Masyarakat minang sudah mehilangkan citra pakaian baju kurung,saat ini mereka lebih suka memakai pakaian ala kebarat-baratan dibanding budaya timur. Pakaian seperti yang terlihat kurang bahan menjadi trend masa kini oleh para wanita minang. Karena fashionnya lebih mantap dan banyak peminat yang mendukung. Desainer baju pun kebanak kaum lelaki jika dibandingkan perempuan, oleh karena itulah gaya serta mode baju perempuan banyak yang fulgar dan di pandang sexy oleh masyarakat. Hal ini dapat menghilangkan budaya adat pakaian timur yang bisa dikenal sebagai baju kurung. karena baju adat minangkabau yang cenderung tertutup, longgar dan tidak transparan ini, maka sangat mudah memadukannya dengan jilbab tanpa menghilangkan unsur budaya aslinya. Waktu saya bergabung dengan Unit Kesenian Minangkabau Institut Teknologi Bandung (UKM-ITB) tahun 1999-2000 untuk setiap kegiatan yang dilakukan yang menggunakan baju adat (baik itu pagelaran seni, penampilan di acara baralek alias perhelatan) hampir selalu dipadukan dengan jilbab

Saat ini lagu minag banyak lenyap di makan usia dan zaman sehingga muda-mudi tidak pernah lagi mau menghargainya, padahal dari hal yang sepele kita dapat menambah ilmu tentang adat istiadat nagari kita. Bukan hanya bisa menghancurkan adat tetapi kita harus membangunkanya kembali supaya daerah lain tau budaya adat kita masih di junjung tinggi walaupun sudah zaman baru bukan berarti budaya  kita harus baru juga dengan adanya pengaruh-pengaruh lain yang dapat menghilangkan jati diri negri kita yang sebenarnya.

Masyarakat di minangkabau sekarang sudah mulai memupuskan semua kenagan-kenagan , kejadian event negri kita. Kita sebagai pemuda-pemudi daerah harus bisa mempertahankan budaya kita sendiri walaupun adanya pengaruh dari luar yang dengan tujuan sebagai touris. Disitulah kita bisa membanggakan budaya kita dengan prilaku, pakaian sopan santu dll yang pada akhirnya bangsa asing tau kalau daerah minang memepunyai budaya yang kuat karena mereka mempertahankannya sangat baik.

[1]  Drs Hamzuri album busanaTradisional Indonesia.depetemen pendidikan dan kebudayaan 1998/1999 hal 1.

[2] .ibid hal 9

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s