Prosesi kematian penghulu

Aulia Rahman

keranda

keranda untuk mengantarkan jenazah penghulu ke Pandam Pekuburan

Upacara pengangkatan dan pemberikan gelar penghulu sekarang ini sudah banyak diketahui oleh orang. Akan tetapi bagaimana dengan upacara kematian penghulu. Penulis berasumsi hanya segelintir orang yang menyaksikan upacara kematian seorang penghulu, bukan karena rumit atau sulit pelaksanaannya namun hanya beberapa daerah yang masih menjalankan upacara ini, atau meninggalnya penghulu datang secara mendadak.

Setelah nenek moyang orang Minang mempunyai tempat tinggal yang tetap maka untuk menjamin kerukunan, ketertiban, perdamaian dan kesejahteraan keluarga, dibentuklah semacam pemerintahan suku. Tiap suku dikepalai oleh seorang Penghulu Suku. Hulu artinya pangkal, asal-usul, kepala atau pemimpin. Hulu sungai artinya pangkal atau asal sungai yaitu tempat dimana sungai itu berasal atau berpangkal. Kalang hulu artinya penggalang atau pengganjal kepala atau bantal.

Di zaman yang serba modern ini, segala sesuatu butuh efesiensi dan subtansi, begitu juga dengan upacara kematian. Pada zaman dahulu upacara kematian penghulu memerlukan biaya yang cukup besar, sehingga banyak rangkaian upacara disesuaikan dengan kondisi keuangan anak kemennakan yang ditinggalkan. Pengadaan upacara ini bertujuan untuk memberikan penghormatan terakhir terhadap penghulu. Mengingat jasanya terhadap anak kemenakan bahkan untuk nagari.

Pada dasarnya tradisi harus dilestarikan. Ibarat pepatah “tak lapuk karena hujan tak lekang karena panas” begitulah petuah adat mengatakan. Minangkabau salah satu etnis yang masih memelihara tradisi nenek moyang. Diantranya penyelengaraan jenazah seoarang yang meninggal terlebih penghulu. Penghulu merupakan bagian terpenting dalan tatanan sosila masyarakat Minangkabau. Meninggalnya seorang penghulu adalah kehilangan terbesar bagi seluruh masyarakat dalan sebuah nagari. Kerena penghulu symbol dari keberlangsugan warisan adat.

Setiap penghulu yang meninggal  tidak sama prosesi adatnya dengan orang biasa. Pengulu yang meninggal disertai ritual adat selain penyengaraan jenazah secara hokum agama islam. Ada beberapa prosesi yang dilakukan. Diantatanya

  1. Alur pasambahan yang diatrana berisi : mengcek kehadiran penghulu yang ada dalam nagari, pengabaran kematian penghulu dari pihak suku yang meninggal, kemudian penetapan pemakaian adat kematian dalam hal ini adat kupang nan 24, penyerahan kain kafan dari sipangka ka sialek, penyerahan kain kafan dari anak, bako, jika tempat penguburannya di tanah penghuku yang meninggal. Kemudian penetapan pandam pakuburan.
  2. Pembuatan keranda : dalam pembuatan keranda ini dilakukan ritual antara lain
  3. Bersamaan dengan pembuatan keranda kematian sebagian anak kemenakan juga melakukan pengalian kubur
  4. Dalam mengantarkan jenazah ke kuburan diiringi dengan sambakato tagak.
  5. Sehari stelah meninggal dilakukan manigo hari, disini ada agenda berdoa, sebelum berdoa dilakukan alur pasambahan sambil berdiri.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s