MATINYA KA SUMBAR

Ari Febrianto

             Semakin hari kuantitas kendaraan yang merayap di jalan raya akan semakin mananjak tajam seiring dengan  perkembangan jumlah penduduk. Hal ini ternyata sudah di prediksi oleh salah seorang ilmuan Korea yang sekarang telah menciptakan mobil terbang yang dapat memberikan solusi kepadatan di jalan raya, diperkirakan akan dipublikasikan pada tahun 2012 mendatang.

            Melihat hal ini tentu saja kita akan berfikir bagaimana mengatasi kemacetan jalan raya. Salah satu solusi mudah dan praktisnya adalah pemanfaatan dan memfungsikan kembali kereta api yang selama ini tidur dan kurang mendapatkan perhatian baik dari pemerintah daerah maupun masyarakat sendiri.

            Kalau kita belajar dari negara-negara Asia lain, seperti Jepang bahkan menjadikan kereta api sebagai alat transportasi utama dengan adanya sinkanshen dan pemerintah Malaysia mengoperasikan LRTI salah satu kereta api elektrik dan monorel-nya sebagai transportasi umum yang nyaman dan aman. Kenapa kita tidak mencoba melirik sedikit dengan memperbaiki perkeretaapian yang dimiliki sekarang terutama di Sumbar, kita sudah memiliki modal yaitu rel bergigi kalau kita manfaatkan dan fungsikan secara optimal kembali, saya kira dapat menjadi solusi dari kemacetan dan kepadatan jalan raya ditambah lagi keadaan jalan raya kita sekarang yang rusak parah.

            Saya kira akan lebih efisien dan nyaman apabila kita mencoba memanfaatkan kembali jalur KA yang ada sekarang menjadi alat transport yang murah, nyaman, efisien karena akan terbebas macet sehingga akan lebih cepat sampai pada daerah tujuan.

            Masalahnya sekarang adalah pemerintah daerah kita tidak tertarik untuk melirik sedikit ke KA yang selama ini terasa ditinggalkan begitu saja tanpa ada upaya perawatan dan perbaikan. Jika mau sedikit saja memperhatikan dengan seksama tidak mungkin masyarakat akan merasa nyaman menggunakan KA daripada bus atau travel yang sedang berkembang sekarang.

            Namun, mungkin perkembangan ini akan sedikit terkendala dengan perkembangan perusahaan-perusahaan ORGANDA yang sedang berkembang pada puncaknya, jalan akan dipenuhi dengan iring-iringan mobil pribadi dan saya berfikir awalnya masyarakat Sumbar sudah mengalami tingkat perekonomian yang lebih baik karena semakin hari kuantitas mobil yang merayap dijalan raya semakin bertambah, ternyata hal itu diluar dugaan karena mobil yang selama ini memadati jalan adalah mobil-mobil milik perusahaan-perusahaan Travel. Hal ini tentu saja menambah parah kerusakan dan kepadatan dan akhirnya semua kendaraan yang melintasi akan berjalan berlahan akibat kemacetan parah.

            Langkah yang efektif untuk mengurangi kemacetan dan menghindari jalur darat yang semakin rusak parah akibat dilalui terlalu banyak kendaraan setiap harinya, akan lebih mudah jika pemda membenahi kereta api yang ada sekarang dengan memperbaiki rel dan gerbong. Tidak hanya itu pemda seharusnya juga mengaktifkan jalur yang sudah mati selama ini mulai dari Pasaman, Sawah Lunto, Padang, dan sampai ke Indra Pura. Sehingga dengan demikian setidaknya dapat mengurangi sedikit kepadatan di jalan raya.

            Kemarin kita baru saja merayakan hari ulang tahun Kota Jakarta, sebagai Ibukota Negara, Jakarta ternyata tidak saja mengalami perkembangan dan sebagai pusat perekonomian, pertumbuhan penduduk semakin tinggi, dan hal ini diiringi oleh bertambahnya jumlah masalah yang ditimbulkan akibat perkembangan, yang disatu sisi memang bermanfaat untuk kemajuan bangsa, tapi disisi lain hal ini tentu berdampak pada efek yang ditimbulkan akibat perkembangan itu dan tanpa kita sadari banjir, pencemaran lingkungan dan kemacetan menjadi langganan. Hal ini tentu saja dapat juga terjadi di kota-kota lain seperti di Kota Padang misalnya, perkembangan kota semakin membaik tapi tidak diiringi dengan pembangunan inprastruktur yang mengimbangi pertambahan kuantitas mulai dari penduduk, alat transportasi (sepeda motor dan mobil), kalau tidak ada antisipasi dini yang dilakukan oleh pemerintah setempat, tidak mustahil beberapa tahun mendatang, Kota Padang “kucinta dan kubela” akan mengalami kemacetan yang lebih parah dibandingkan dengan Kota Jakarta sekarang.

            Sumbar sangat berpotensi mengalami kemacetan dan kebanjiran serta berbagai masalah lain akan mengekor dibelakangnya, didukung dengan pesatnya perekembangan kota yang kita alami sekarang, kita selalu berfikir untuk bisa menjadi yang lebih baik tapi selalu melihat yang terlalu tinggi, tidak salah jika orang Minang mengatakan saketek-saketek lamo-lamo jadi bukik mulai dari hal yang kecil, jika kita tekuni dan serius akan menghasilkan sesuatu yang besar.

            Sedikit cobalah memanfaatkan apa yang kita punya tanpa harus membuat yang baru, mungkin persoalan ini sudah menjadi perbincangan pemimpin kita, tapi hal ini masih berada pada kontek ide dan gagasan, kalau para pemimpin kita dengan serius memberikan ruang untuk mengoperasikan kembali rel kereta api yang sudah ada, tidak mengherankan Kota Padang akan menjadi kota ternyaman di Indonesia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s