Wisata Kuliner Pantai Tiram Kab. Padang Pariaman

Ultut Azrianto

Nuansa tradisional kuliner minangkabau berada di pesisir pantai pariaman, tempat ini seolah-olah dilengkapi dengan keindahan surga, banyak dikunjungi kelurga, bahkan tempat orang-orang mecari jodoh. 

Secara geografis Pantai Tiram terletak di Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman Provinsi Sumatera Barat. Berjarak kurang lebih 12 kilometer di Bandara Internasioninangkabau (BIM), terletak sejajar dengan bandara ini. Bila anda baru keluar dari BIM, cukup belok kiri setelah pintu masuk menuju pantai Ketaping, anda akan sampai di Pantai Tiram. Strategis tempat ini sebagai tempat wisata sangat mendukung untuk dikembangkan

Pantai tiram banyak yang menyebut namanya baru dikenal, menurut saya pantai tiram sudah jauh dikenal sebelum kedatangan VOC, memang tempat ini baru dapat perhatian dari pemerintah, namun setengah hati. Tidak ada yang menyangka kalau lokasi pantai tiran merupakan tempat objek wisata kuliner, tempat ini menyimpan keindahan yang menggoda, sebelumnya sudah  dibayangkan oleh Bupati Padang Pariaman Muslim Kasim yang mendorong dikembangkannya kawasan ini., kawasan objek wisata kuliner pantai tiram memiliki wilayah seluas lebih kurang 10,5 hektar ini memiliki kekhasan tersendiri baik dari segi lokasi maupun tataboga masyarakat sekitarnya. Memiliki garis pantai yang indah dan masakan yang sedikit pedas tapi enak di lidah. Dan lokasi pantainya bagaikan ukiran sang penguasa tak salah lagi banyak pengunjung yang dating sekali minggu besoknya dating lagi,

Obek wisata kuliner ini sangat menguntungkan masyarakat, sebab wisata kuliner yang ada dipariaman lansung peran besar dari pribumi dan tidak ada sama sekali campur tangan dari pemerintah, namun soal pengembangan dan menajemen memang sewajarnya saya rasa itu merupakan amanah besar bagi setiap pemimpin dinegri ini, langkah dari pengembangan wisata tradisonalkuliner ini ruhnya itu memang berawal dari kecerdasan budaya local, untuk itu pemerintah harus rela mengembangkan situs-situs budaya kuliner ini, seperti sarana dan prasarana wisatawan ( hotel, transportasi, jalan, dll) klo masalah tempat jiwa seni masyarakat pribumi lebih tinggi dari pemerintah.

Awalnya hanya terdapat 1 (satu) warung nasi di pantai Tiram Tapakis, yaitu warung nasi Ermawati (sekarang Pondok Lesehan Ermawati). Karena memandang sebagai sebuah potensi, pemerintah daerah Kabupaten Padang Pariaman menambah fasilitas mulai dari gerbang masuk, jalan dan prasarana lainnya. Beberapa waktu kemudian, restoran bertambah jumlahnya seiring dengan kunjungan yang meningkat dari para pencinta masakan tradisional Padang Pariaman. Akhirnya kawasan ini begitu berkembang.

Yang menjadi keunggulan dari kawasan wisata kuliner ini adalah suasananya yang begitu alami, sejuk dan nyaman. Juga dengan harga yang relatif murah. Anda tidak perlu mengantongi uang banyak untuk makan di Tiram. Saat ini, kawasan ini tetap menjadi prioritas bagi pemda Kabupaten Padang Pariaman untuk dikembangkan. Kawasan ini banyak di kunjungi oleh para wisatawan pada harilibur, (sabtu, minggu). Selain menikmati hidangan wisatawan juga ditemani dengan pemandangan laut yang indah. Dengan ke unggulan-keunggulan yang tersajikan oleh alam kawasan pariwisata ini mendapat sorotan dari berbagai kalangan tidak anya wisatawan local, pantai tiram telah mengaum sampai kenegri sebrang namun Cuma perhatian dari pemeritah baru hanya separo hati, ketersediaan alam dipantai tiram mempersona jiwa untu mengakrakan tali persaudaraan dengan keluarga.

“Jalan ndak kadialiah urang lalu, cupak indak kadiubah urang panggaleh”

Filosofi adat ini yang mengokohkan agar tidak terjadinya dampak globalisasi budaya bagi masyarakat minangkabau khususnya masyarakat pantai tiram, selama ini yang ditakutkan oleh semua lapisan masyarakat adalah berobahnya nilai-nilai adat. Aplikasi dari filosofi-filosofi adat dapat kita rasakan dengan etika-etika yang merupakan local genius bagi masyarakat pantai tiram. Sebut saja masyarakat pribumi pantai tiram mayoritas adalah islam, dia selalu menjaga sendi-sindi agamanya. Pantai tiram yang dikenal sebagai objek wisata kuliner yang difasilitasi denan keindahan alam yang natural, sama-sama kita ketahui bahwa pengunjung wisata tidak hanya dari local saja, mungkin banyak yang beransumsi ketaatan beragama menjadi penghalang wisatawan disini, sebenarnya tidak juga, hukum, dan perintah menjalankan agama hanya berlaku untuk umat islam saja, tidak ada pemaksaan disetiap agama.   

Iklan
By rangkiangbudaya Posted in admin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s