KEBUDAYAAN INDOCINA

Tiga negara Kamboja, Laos, dan Vietnam merupakan Indocina, yang terletak di Asia Tenggara di sebelah selatan Cina dan di sebelah timur Thailand. Seperti banyak bagian dunia Indocina dijajah oleh orang Eropa. Menduduki Indocina Perancis untuk sebagian besar dari abad kesembilan belas dan untuk paruh pertama abad kedua puluh.

.           Lingkungan fisik Indocina sebagian besar pegunungan. Iklim Semenanjung Indocina secara keseluruhan mengalami tipe iklim monsoon tropis lingkungan.Hujan musim panas yang dibawa oleh angin dari lautan meninggalkan semenanjung dikenakan topan selama periode akhir musim panas. Musim dingin yang lebih dingin dan kering,dan didominasi oleh angin bertiup dari interior luar Asia.

Kamboja mengalami iklim savana tropis dan cenderung untuk menerima sekitar 60 sampai 80 inci curah hujan tahunan rata-rata. Kamboja sebagian besar dataran di sepanjang dan di sebelah barat Sungai Mekong yang lebih rendah dengan hiasan gunung di timur laut dan barat daya. Vietnam memiliki dua iklim yang berbeda di utara dan selatan.Vietnam Utara mengalami iklim subtropis lembab sedangkan Vietnam Selatan cenderung memiliki iklim hujan tropis.

Vietnam menerima hujan umumnya di Semenanjung Indocina rata-rata lebih dari 80 inci per tahun. Laos juga memiliki dua iklim yang berbeda karena seperti Vietnam adalah sebuah negara memanjang yang membentang antara dua iklim. Laos Utara memiliki lembab subtropis seperti yang dari Vietnam Utara. Laos Selatan,bagaimanapun adalah seperti Kamboja dalam hal itu mengalami iklim savana tropis. Laos juga menerima rata-rata 60 sampai 80 inci dari curah hujan dengan beberapa bagian mencapai lebih dari 80 inci. Laos adalah pegunungan, jarang penduduknya, dan daratan antara Vietnam, Kamboja, dan Thailand Ketiga negara masing-masing sangat berbeda dan budaya tertentu mendominasi masing-masing negara.

AGAMA DI INDOCINA

Agama-agama dari Indocina sangat banyak,namun agama-agama utama adalah lazim di seluruh wilayah. pedagang India membawa agama Hindu dan Buddha di seberang lautan dari barat. Budaya India yang khas dan arsitektur,tercermin dalam kuil Angkor, Kamboja, menyebabkan daerah yang meliputi Kamboja, Laos, dan Vietnam disebut Indocina. Orang yang dikenal sebagai Mon dan Khmer menduduki wilayah Kamboja dari Utara dan antara AD 800-an dan 1200-an itu adalah pusat kerajaan Khmer.

Bahasa Kamboja adalah Khmer sementara agama adalah agama Buddha. Kecuali sekitar setengah juta orang Vietnam, hampir semua 14 juta orang etnis Kamboja. Vietnam dan Laos tiba di wilayah yang sekarang membentuk pusat-pusat nasional mereka. Ada sekitar 68 kelompok etnis yang berbeda di Laos dengan terbesar dari kelompok yang Lao. Mereka adalah bahasa dan budaya yang berhubungan dengan Thailand dan agama mereka bersama-sama dengan Kamboja adalah Buddhisme. Hampir sembilan per sepuluh orang Vietnam adalah etnis Vietnam. Mereka terkait erat dengan aspek budaya Tionghoa, termasuk bahasa dan unsur-unsur agama bersama Konfusianisme,Buddha, dan pemujaan leluhur. Cina minoritas besar tinggal di negara-negara besar di masing-masing dari tiga negara Indocina.

PERSILANGAN BUDAYA DI INDOCINA

Seni rupa adalah bentuk budaya yang bisa disaksikan sampai sekarang dari penduduk Indocina masa lalu. Seni suara dan gerak praktis sudah musnah. Oleh karena itu hanya penggalian arkeologi saja yang bisa mengungkap masa lalu Indocina dan tali-temalinya dengan kawasan  Asia selebihnya (termasuk Nusantara).

Di antara berbagai bentuk budaya yang dihasilkan oleh penduduk di Indacina,ungkapan yang paling memukau adalah seni rupa mereka. Pertama,karena ada dasarnya,seni rupa itu merupakan satu-satunya peninggalan masa lalu. Berlawanan dengan apa yang terjadi di India dan Nusantara,di wilayah itu seni suara dan seni gerak telah musnah sama sekali. Karya sejarah atau ke agamaan yang tertinggal hanyalah fragmen-fragmen yang tertulis pada batu. Itu pundari peninggalan kebudayaan besar semennanjung itu pada periode pengembangan selama atau atau enam abad pertama masehi,yang tersisa hanyalah beberapa prasasti kesaksian tidak lengkap pakar sejarah Cina dimasa lalu.Hanya pengalian-penggalian arkeologilah yang dapat memberikan penjelasan lebih banyak tentang tahap awal itu,yang tentunya penting sekali. Mulai abad ke-7 Masehi, lebih banyak prasasti batu yang selamat,yang menggambar kan kerangka sejarah yang agak mendetil. Sejak masa itu,candi-candi dibangun dengan batu-batu bata,dewa-dewa dipahat dengan batu pasir atau di cor dengan perunggu. Candi-candi itu dapat bertahan dalam perjalanan waktu, da melestarikan aliran keagamaan yang mendasari pembangunannya . Paling tidak inilah keuntungan kedua yang terkait dengan sejarah indocina. Kita melihat bahwa karya-karya itu merupakan sumbangan bagi khazanah budaya manusia yang paling unik dan berharga, dari bangsa-bangsa yang tinggal di semenanjung itu. Tapi sayangnya setelah perkembangan luar biasa yang berlangsung sampai abad ke-13 M, kita menyaksikan keseimbangan politik Indocina runtuh nyaris total.

KEBUDAYAAN-KEBUDAYAAN YANG BERKEMBANG DI INDOCINA

Kebudayaan, akan selamanya menjadi tema menarik untuk dibincang; bukan saja karena mengandung aspek pengetahuan, keterampilan, nilai seni dan unik, tetapi juga karena gerakan moral. Oleh karena ‘budaya’ yang dikenal selama ini berasal dari kata: ‘buddhayah’ [bahasa sangskerta] yang berarti budi atau akal.

Jadi, bicara kebudayaan berarti bicara soal upaya membentuk orang agar berbudi dan berakal. Seiring dengan tuntutan kebudayaan itulah, maka layak memperdebatkannya untuk menimbang kadar karat moral dalam peradaban kita.walau pun budaya berasal dari buah pikiran, bukan ajaran agama

  1. 1.      KEBUDAYAAN HOA-BINH

Mungkin antara 5000 dan 3000 SM, dan stidak-tidaknya karena bahan-bahan mulai banyak jumlahnya, maka mulai terlihat menguatnya suatu budaya-budaya Hoa-binh yang jelas-jelas memiliki karakter mesolitik,bahkan dengan cirri neolitik, seperti pemolesan benda-benda tajam . Suatu kelompok yang agaknya dating kesemenanjung sekitar periode itu , yakni kelompok orang Malanesia, berkulit hitam, yang mungkin datang dari Cina selatan,namun sangat berbeda dengan orang hitam Afrika.

Biasanya dibedakan dua gelombang yang berurutan. Gelombang pertama terdiri dari orang-orang yang berperawakan pendek, kulitnya sangat hitam, yang mungkin mengajrkan teknik pemolesan sebagin kepeda orang-orang Australoid, yang membaur dengan mereka, hasil produksimereka terdapat di Tonkin,di tepi kanan sungai merah dan terutama di wilayah Hoa-binh yang kemudian menjadi nama kebudayaan itu, demikian juga di Annam (Thanh-hoa dan quang-binh).

Disitu tengkorak-tengkorak kelompok orang Malanesia berjejer dengan kelompok orang australoid (gua Lang-kao, Hoa-binh misalnya). Kebudayaan HOa-binh itu akan meliputi seluruh Indocina: Laos(Luang Prabang,Sam Neua)Siam (Bhan Khao),semennanjung melayu (terutama Kelantan dan Perak). Wilayah kuno itu dirangkum dengan istilah “Budaya Sumatera”, untuk menonjolkan hubungan-hubungannya dengan pulau besar tersebut.

 

  1. 2.      KEBUDAYAAN BAC-SON

Mungkin hampir secara serempak gelombang kedua kelompok orang Malanesia, yang menybar di Indocina, selalu dari arah utara ke selatan,tampaknya merupkan asal mula budaya Bac-son.kali itu orang-orangnya lebih tinggi,kulitnya lebih putih dan rabutnya berombak.

Jelas sekali bahwa mereka berasimilasi dengan orang-orang Australoid dan orang-orang malanesia kelompok pertama, seperi yang dibuktikan dengan beberapa tengkorak. Mereka dinilai sebagai pembuat tipe alat baru: kapak pendek, yang diperoleh engan memotong sebuah kapak bersisi dua dan memoles bagian tajamnya dengan apik. Orang-orang itu juga banyak menggunakan kerang dan tulang ,dan mengenal Tembikar yang buat dengan teknik keranjang: sejumlah unsure-unsur yang hampir-hampir menjelang Neolitik. Situs-situs terpenting dari pembuatan benda-bendaitu terbuat di Bac-son,Tonkin, dimana sejumlah gua tempat pemakaman telah digali: Dong-thuoc, Lang-cuom, phuo-binh-gia, Kheo-phay,dsb. Kemudian budaya Bac-shon menyebar keseluruh semenanjung, terutama emenanjung melayu (Gua Madau, Kelantan; Bukit kintamani, Pahang), bahkan lebih jauh ke nusantara.

Menjelang akhir periode tersebut (sekitar 3.000 SM) sebuah peristiwa yang sangat penting agaknya terjadi : kedatangan kelompok orang Austranesia. Kelompok ini mungkin datang juga dari selatan Cina. Mereka berhubungan dengan kelompok Australoid dan Malanesia yang terlebih dahulu menetap di Indocina, buktinya tengkorak-tengkorak jenis campuran di lapisan-lapisan Pho-binhgia dan keo-phay,misalnya. Akhirnya mereka tampak mendominasi: antara lain lapisan-lapisan atas Phuo-nho-quan. Pada kenyataannya,kini Di Indocinahanya tinggal sedikit sekali kelompok yang bertampang malanesia: kelompok orang semang di semenanjung melayu misalnya. Padahal kelompok itu tetap merupakan kelompok utama di kawasan Malanesia, diwakili terutama oleh orag-orang Papua.

Kelompok orang Austronesialah yang diduga mengisi fase terakhir budaya Bac-son atau dengan kata lain kelompok orang itulah yang menimbulkan kemajuan budaya Bac-son. Hasil karya mereka yang bagus itu terlihat terutama di Siam: Ratburi dan Lopburi; di Laos: Luang Prabang ; di semenanjung Melayu: terutama Gua Kerbau (Perak).Namun mereka belum dapat dikatakan memasuki nama Neolitik, karena lempengan batu yang di asah itu tetap ada. Bagaimanapun, kita telah sampai di awal fase itu, yang merupakan masa ketika gelombang-gelombang manusia itu akan menetap untuk selama-lamanya, mungkin karena mereka terikat pada tanah oleh kegiatan pertanian.

SALAH SATU KERAJAAN INDOCINA

Khmer (802–1431)

Kerajaan Khmer berada di wilayah selatan Dataran Tinggi Khorat, yaitu di tempat yang sekarang disebut sebagai Kamboja utara. Pada 802, Raja Jayavarman II (802-834) mendirikan kompleks Angkor, yang terletak sekitar 100 kilometer (62 mil) di selatan perbatasan Thailand saat ini. Angkor merupakan pusat dari peradaban kerajaan Khmer. Agama utama peradaban Khmer adalah agama Hindu. Jayavarman II sendiri kemudian menyatakan dirinya sebagai inkarnasi dari dewa Hindu Siwa. Ia dipanggil devaraja, atau “dewa-raja.”

Kompleks Angkor Wat yang sangat luar biasa itu, merupakan peninggalan utama peradaban Khmer. Tersusun atas lebih dari seratus kuil, halaman luas, dan dermaga yang dilapisi patung-patung indah, Angkor Wat menjadi salah satu peninggalan budaya terbesar di dunia. Angkor Wat sendiri dibangun dan dikembangkan selama sekitar tiga ratus tahun (879-1191) ketika peradaban Khmer berada di puncak kejayaannya. Struktur kuil terbesar di Angkor Wat dibangun oleh Raja Suryavarman II (1112-1152), untuk menghormati Dewa Hindu Wisnu. Suryavarman sendiri menetapkan dirinya sebagai inkarnasi dari Dewa Wisnu. Secara keseluruhan, Angkor Wat dianggap sebagai Sumbu Mundi atau “Pusat dunia”, yaitu representasi duniawi dari mitos Gunung Meru, rumah panteon Hindu dan, menurut mitologi Hindu kuno, sumber dari semua ciptaan. Peradaban Khmer memiliki pengaruh besar, baik secara artistik dan politis, pada pengembangan budaya Thai modern.

 

Iklan
By rangkiangbudaya Posted in admin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s