Kunjungan Raya Ke BPCB Batusangkar

Batusangkar, Raya, 27 Mei 2013*.

Masa sekarang, beberapa benda-benda arkeologi di beberapa tempat menjadi korban pemusnahan atau penyalahgunaannya, bahkan terjadi korban vandalisme oleh masyarakat setempat. Beberapa benda ini juga berada di tempat-tempat yang jauh dari pemukiman masyarakat sehingga menyebabkan pelapukan benda arkeologi ini. Hal ini mengurangi nilai originalitas dari benda tersebut. Kondisi ini disebabkan oleh tidak terinventirisasinya benda-benda arkeologi sehingga tidak mendapat perhatian dalam bentuk tindakan pelestarian.

Permasalahan tersebut memunculkan keprihatinan kami sebagai anggota Komunitas penelitian Rangkiang Budaya. Kami akan merancang beberapa langkah sistematis dalam berkontribusi dalam penyelesaian masalah ini. Tahap pertama adalah mengadakan acara diskusi dengan para Arkeolog Pelestari tentang Inventirisasi Cagar Budaya. Hal ini bertujuan agar perlakuan terhadap Cagar Budaya menjadi tepat sasaran. Tahap kedua, melakukan Penelitian dan Inventarisasi.

Keprihatinan terhadap cagar budaya yang belum teregistrasi dan teriventarisasikan dengan baik membuat kami komunitas Peneliti Rangkiang Budaya untuk melakukan kunjungan ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Batusangkar yang memiliki wilayah kerja Provinsi Sumatera Barat, Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau dengan tujuan untuk mendapatkan pengetahuan tambahan dengan diskusi dan berbagi informasi.

Kunjungan kali ini beranggotakan 8 orang dari berbagai divisi yang ada di Rangkiang Budaya. Masing – masing divisi yang ikut tim kunjungan ini adalah Bapak Aulia Rahman (Koordinator) Ibu Enda Yeni (Sekertaris), Bapak Widi Santoso (Koordinator Divisi Keanggotaan), Bapak Yusran Ilyas (Koor), Bapak Yusman Karim, Ibu Vitri Puspita Sari (Divisi Kepenulisan), Bapak Andre Vetronuis, S. Hum (Koor), Ibu Reza Oktariani Putri (Divisi Penelitian) dan Bapak Renko Rizki dari Pemerhati Sejarah, Kota Solok.

Menunggu Agenda Diskusi

Tim kunjungan sampai di Kota Batusangkar sekitar pukul 1 (satu) siang, selanjutnya langsung menuju kantor BPCB Batusangkar yang terletak di Pagaruyung, tidak jauh dari Istano Basa Pagaruyung. lebih kurang sekitar 1 (satu) Kilo Meter, dari istana basa Pagaruyung ke arah timur Jalan Lintas Batusangkar – Kota Sawahlunto/Kabupaten Sijunjung.

Rangkaian kegiatan kunjungan ini antara lain;

1. Melihat Koleksi

Melihat koleksi dari BPCB Batusangkar dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dalam tata cara iventasisari dan pelestarian. Pada rangkaian ini kami dipandu oleh Bapak Azwar Sutihat dari BPCB Batusangkar, dalam sesi diskusi dan berbagi pengetahuan dalam penelitian dan pelestarian Cagar budaya. Rangkaian ini berlangsung hampir sekitar satu jam.

Berikut beberapa foto koleksi BPCB

Arca

Arca

Bagian Arca

Bagian Arca

Kendi

Kendi

2. Mengunjungi Laboratorium

Setelah puas melihat koleksi, tim berangkat menuju labor penelitian. Dilabor penelitian ini tim diterangkan tentang proses – proses penanganan pada temuan  benda cagar budaya yang tidak utuh. Sayang staaf ahli kimia yang menagani pengujian dilabor ini tidak ditempat jadi kami hanya diskusi tentang proses pengujian bata, proses pembuatan bata masa lalu dan pengeleman benda yang rusak. Satu point penting dilaboratorium tim mendapatkan pengetahuan tentang pembuatan bata, pengujian daya tahan bata dengan air dan bahan kimia.

Pengujian Ketahanan Bata dengan menggunakan Air dan campuran Bahan Kimia

Pengujian Ketahanan Bata dengan menggunakan Air dan campuran Bahan Kimia

Varian Batu Bata Bahan Cagar Budaya

Varian Batu Bata Bahan Cagar Budaya

3. Diskusi

Setelah lebih dari 30 menit tim dilaboratorium pengujian, kami menuju Bagian Pemanfaatan dan pelestarian, di ruangan ini kami disambut oleh kepala bagian Bapak Teguh Hidayat. Dari sini kami perkenalan, berdiskusi tentang arah dan orientasi komunitas, mempresentasikan hasil survei temuan yang ada di Bukit Gado–Gado, Kota Padang (https://rangkiangbudaya.wordpress.com/2013/05/27/dugaan-prasasti-di-bukit-gado-gado/) sebagai pengantar diskusi dalam iventarisasi.

Bapak Teguh juga membagi pengalamannya tentang komunitasnnya bernama Bulbrustus (Gerombolan Pemburu Batu dan Situs), komuntitas yang berangkat dari hobi untuk mencari benda cagar budaya dalam bentuk batu. Dalam diskusi ini bapak Renko juga memberikan beberapa informasi tentang benda cagar budaya yang ada di Solok sehingga diskusi lebih menarik.

Yang dapat diambil kesimpulan dari diskusi ini adalah meningkatkan kemampuan individu dan komunitas dalam meningkatkan dan mencari lebih banyak benda cagar budaya untuk diteliti, kemampuan untuk memperlihatkan eksistensi komunitas berbentuk tulisan dan terbitan di media cetak, membuat pameran tentang hasil penelitian dan menggadakan seminar. Rangkaian agenda ini berangsung sekitar satu jam.

Karena kantorBPCB telah tutup kami pergi ke kedai kopi terdekat untuk sekedar bercerita sekitar topik Cagar Budaya.

Diskusi dan Evaluasi Kunjungan ke Balai Pelestarian Cagar Budaya

Sambil menunggu jemputan dari travel yang telah di carter  oleh tim kami sekedar berbagi cerita mulai masalah kampus, komunitas, sampai saling berbagai infomasi tentang bidang ilmu masing–masing. Jemputan telah datang pada jam 6. Tim berangkat menuju Padang.

Iklan

3 comments on “Kunjungan Raya Ke BPCB Batusangkar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s